Selasa, 13 Maret 2012

Android Market Diganti Menjadi Google Play

Hari ini ada yang beda dengan tampilan menu Samsung Galaxy Tab milik teman saya, dia bertanya kenapa menu Android Market Hilang dan tidak ada lagi di icon menu tablet miliknya? ternyata setelah di googling, Google Play merupakan pengganti dari Android Market yang telah resmi di ganti oleh perusahaan raksasa internet Google, trus kemana perginya Android Market? jawabannya tidak ada lagi, tampil dengan gaya baru, yang lebih fresh dan lebih smart looking sehingga para pengguna OS Android akan semakin dimanjakan oleh kehadiran Google Play.


Google yang baru saja membeli 18 nama domain "beraroma" Play ternyata tak menggunakan nama itu untuk produk tabletnya. Namun domain tersebut ditujukan untuk nama pusat layanan semua layanan konten Google.

7/1/2012 Google ternyata telah memperkenalkan Google Play, sebuah layanan yang menyatukan Google Music, Google eBookstore, dan Android Market. Ini artinya, semua layanan tersebut kini sudah bisa dinikmati dalam satu pintu, yaitu Google Play.

Android Market sendiri kini sudah tidak ada dalam satu aplikasi sendiri. Google ternyata menggabungkan toko aplikasi bagi pengguna Android tersebut ke Google Play. Ini juga berarti aplikasi Android Market langsung diboyong ke Google Play dengan nama baru, yaitu Google Play Store.

Dengan ketersediaan layanan tunggal dari Google Play tersebut akan menguntungkan konsumen, khususnya semua pelanggan Google. Apalagi untuk menikmati semua layanan tersebut, Google sudah menanganinya termasuk prosedur migrasi layanannya.

Sebagai pengguna, hanya perlu login ke Google Play dan langsung bisa terintegrasi seperti layanan Google lainnya. Dengan ketersediaan layanan dalam satu tempat, tentunya akan memudahkan pengguna layanan Google untuk membeli atau menikmati layanannya, tidak perlu lagi untuk berpindah dari satu toko ke toko lainnya.

Selain meluncurkan Google Play, Google juga menyelenggarakan program "7 Days to Play". Di sini pengguna layanan Google dapat menikmati penawaran album, buku, penyewaan video dan aplikasi Android dengan harga khusus.

Misalnya album musik "Now Thats What I Call Music 41", game Wheres My Water", novel Extremely Loud dan Incredibly Close serta film Puncture dijual hanya seharga 25 sen atau sekitar Rp 2.250.

Selain itu, Google juga memberi diskon untuk pilihan album, novel, film dan aplikasi lain dalam pekan ini.

Ganti nama
Dengan adanya Google Play, beberapa aplikasi Google akan diganti namanya, namun tetap memiliki fungsi yang sama. Begitu juga dengan pemindahan dari aplikasi independen menjadi aplikasi yang dijadikan satu ke Google Play.

"Pada ponsel Android atau tablet Android, kami akan upgrade dari aplikasi Android Market ke aplikasi Google Play Store dalam beberapa hari mendatang," demikian rilis resmi dari Google yang dikutip Venture Beat.

Hal yang sama juga berlaku untuk Google Music yang saat ini akan menjadi Google Play Songs. Dan Google eBookStore menjadi Google Play eBooks.

Penyatuan merek

Desain ulang beberapa aplikasi merek Google ini menyiratkan bahwa Google akan menyatukan semua aplikasinya dalam sebuah wadah, yaitu Google Play.

Dengan penyatuan aplikasi tersebut, maka akan menyebabkan navigasi di dalam sebuah aplikasi akan lebih mudah. Apalagi dengan antarmuka (user interface) Google Play yang berwarna-warni menyiratkan keragaman konten yang ada di aplikasi tersebut.

Eksekutif Google Bradley Horowitz dalam sebuah wawancara dengan Venture Beat menjelaskan tentang keragaman produk Google.

"Kami membuat banyak taruhan di banyak tempat, sekarang kami fokus ke dalam sebuah aplikasi yang bisa menawarkan semua aplikasi," jelasnya. (Sumber : Kompas.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.